Rasa2nya pengen aku bercerita kepada seseorang gimana perjalananku menjadi seorang advokat.. meskipun masih terhitung Muda atau junior,. aku merasa sudah diterima d kalangan advokat senior.. Aku merintis karir ini mulai tahun 2007,  memang sejak aku kuliah S1 di UNej hukum aku sudah sering menghadiri sidang2 meskipun hanya sebagai penonton karena sering di ajak ama pengacara2 senior di jember.. Dari situ aku punya keinginan stelah lulus S1 aku langsung ikut PKPA.. dan semua itu terwujud meskipun ada sdkit halangan.. Ortuku ga setuju aku menjadi advokat karena mereka lebih seneng aku meneruskan S2 atau sekolah notaris di UNdip semarang.. tapi berkat kemauanku untuk merayu mreka, akhirnya aku diijinkan mengikuti PKpa (K) d bali..dan aku pun memutuskan akan mengawalli karir d surabaya..

Bener2 lancar profesiku setlah aku mengikuti Organisasi tersbut ditambah dengan banyak relasi ya bisa dibilang gak pernah sepi kasus sampai2 keluar kota.. Tapi di thn 2010, setlah ada keributan antar organisasi advokat., aku mengikuti Pkpa ulang (P) di malang demi kelegalan profesiku..dr situ, organisasi lama yang aku tinggalkan merasa terkhianati karena adanya verifikasi.... dan sering banget aku dipojokkan, dibilang aku pengkhianat dibilang apa aja udah pernah.. tp aku hanya diem, karena aku rasa ini hidup seseorang dan yang menentukan adalah orang itu sendiri..

Tapi ada kalanya aku merasa harus mundur dari profesi yang kejam ini,, kawan bisa jadi lawan dan sebaliknya.. aku ingin menghabiskan kodratku hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.. tp teman2 advokat lain bilang eman2.. tapi gmn lagi rasanya pun kdg aku gak kuat ama celotehan senior yang selalu menyalahkanku..

sebenarnya aku hanya sosok perempuan biasa yang hanya meneruskan kecintaan ku pada dunia hukum..KAlau bisa dibilang, profesi ini hanya sampingan.. karena pun aku ga begitu mendalaminya.. ga terlalu fanatik ama suatu organisasi.. aku hanya taat pada peraturan semata ..

tapi inilah konsekuensi yang aku harus hadapi,, KALAu berani Memilih harus berani bertanggung jawab, Kalau berani mangambil putusan, maka itulah yang harus dijalani..

KENALILAH ORNG DARI PRIVASI, BUKAN DARI ORGANISASI..

salam advokat muda Indonesia..

NB.. dilarang Copy paste demi kenyamanan bersama

 
 
haduh .. bikin web tnyta ga mudah.. bth wktu proses dan kesabaran..
sampai kapan neh aku mrasa webku akan sempurna..
ternyata emang manusia tdak akan pernah merasa puas termsuk trhadap hasil kerjanya..
pelan-pelan aja asal terlaksana.. itu aja sih kata-kata yang aku pegang selama ini ..
yang ptg dah berusaha dengan maksimal pasti ntr hasilnya juga maksimal meskipun jga bsa dblang mash thap belajar..
 
 
4158/Pdt.G/2010/PA.Jr
Titin Nuraini binti Kusnadji
Pantja Sulistyono bin Soeratno
Ruang sidang 3..
 
 
Aku akan sedikit cerita flash back napa aku memilih profesi pengacara sebagai pilihanku.. Sejak kuliah S1 di Universitas Negeri Jember aku sudah memiliki kenalan pengacara2 di Jember meskipun hanya sebagian kecil dari anggota Peradi di Jember. Aku memang sudah menjadi hadirin setia di Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Jember meskipun hanya sekedar melihat-lihat sidang ataupun hanya melihat jadual sidang. Hal itu rutin aku lakukan setelah pulang kuliah siang hari. Dari kegemaranku itu, aku mulai memberanikan diri untuk memulai berinteraksi dengan para pengacara yang sedang menunggu antrian sidang di kantin Pengadilan. Dari hanya satu orang pengacara, akhirnya aku bisa mendapatkan kenalan lebih dari 10 orang pengacara di Jember dan ternyata salah satu om dari mantan suamiku juga menjadi pengacara di Jember. Dari sejak itu akhirnya aku selalu diajak untuk sidang dan segala kegiatan murni yang dilakukan seorang pengacara dari pendampingan penyidikan, penangguhan penahanan dll. Meskipun disini aku hanya sebagai pupuk bawang, tapi aku punya tekad harus bisa mengambil ilmu yang dimiliki oleh para senior itu.

Berawal dari kegemaran yang iseng dan berlebihan terhadap dunia hukum, akhirnya ide untuk menjadi seorang pengacara mulai terbersit setelah lulus dari S1. Tapi aku ragu juga akan ideku itu apakah ortuku menyetujuinya cz yang aku tahu mami papiku pengen anak2nya menjadi PNS atau sengga2nya pegawai yang mempunyai gaji tetap setiap bulan. Tahun 2008 setelah lulus kuliah, aku bingung mau meneruskan study apa. Yang aku tahu kekhususan profesi hanya sebagai advokat dan seorang notaris. Dan aku memutuskan S2 di depok UI meskipun sekarang aku akui kuliahku itu agak terbengkalai karena trnyata aku lebih senang dengan profesi pengacara meskipun pasang dan surut. 

Pertama kali aku bingung bagaimana cara menyatakan kepada ortu atas keinginanku ingin mengambil profesi seorang Pengacara. aku menunggu waktu yang tepat dan hari itu aku memberanikan diri untuk bicara kepada mami.. dan apa Jawaban dri mami sungguh mengejutkanku..
Jawaban pertama yang keluar dari mami "Apakah pengacara itu akan terus laku??"
Oh my god aku langsung kena penalti.. tapi karena niat yang penuh , aku menjawab aku hanya ingin mengambil ilmunya saja. Mamiku bilang lagi " OK tapi kamu tdak harus berpusat pada satu profesi itu. Kalau ada kesempatan kerja yang lebih baik, kamu harus menjadikan profesi itu hanya sebagai sampingan". Aku mengiyakan aja yang penting ikut sekolah PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) dulu.

Dari situlah aku mulai melebarkan sayap di dunia hukum meskipun rasanya masih belum bisa terbang jauh.. hehehe.. GPP kata orang Jawa ALON_ALON sing penting Kelakon.. Oye..

Hanya pesan dari aku.. Cita-cita itu pasti akan terwujud karena niat, keinginan, usaha dan doa..
Pasang surut sepi rame semua sudah ditakdirkan Tuhan YME..

Sekarang aku hanya akan membuktikan kepada ortu bahwa pilihanku tidak salah.. amien.
 
 
Bismillah .. dengan Ijin Allah akhirnya aku akan memulai membuat website pribadi tentang profesiku..
Mungkin web ini bakalan ga selesai seharian tapi pelan-pelan aku akan memulai semuanya tentang aku di web ini..

 

Oye dah

01/15/2011

0 Comments

 
test test..